
Talamus.id, – Pemupukan sawit baru tanam adalah proses penting yang harus dilakukan oleh petani untuk menjamin hasil panen yang maksimal. Pumupukan ini juga merupakan salah satu komponen penting yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta meningkatkan hasil produksi minyak.
Jenis pupuk sawit yang biasa dipakai merupakan pupuk tunggal ataupun pupuk majemuk, terutama yang mempunyai kandungan unsur N, P, dan K, Mg, serta B. Unsur B ialah salah satu unsur yang cukup penting, terutama pada tanaman muda, sebab tanaman yang kekurangan unsur B bisa mengakibatkan kematian tanaman muda. Sebagian jenis pupuk yang bisa dipakai antara lain pupuk Urea, TSP, KCL, Kieserite, serta Borax.
Takaran pemupukan buat masing masing tergantung tempat saling berbeda, tergantung dari tingkatan kesuburan tanahnya. Misalnya pada tanah hutan yang baru dibuka, takaran pupuk berbeda dengan wilayah tepi laut yang kesuburan tanahnya relatif rendah. Tidak hanya tergantung pada tempatnya, pemupukan kelapa sawit juga tergantung pada umur tanaman.
Dosis pemupukan pada tanaman yang belum menghasilkan buah berbeda dengan tanaman yang telah menghasilkan. Supaya didapat takaran pemupukan yang pas, perlu diadakan analisis daun dan tanah, dan observasi pertumbuhan tanaman kelapa sawit.
Secara umum, pemupukan dianjurkan menggunakan standard seperti barikut:

Sedangkan dosis pemupukan pada tanaman yang menghasilkan (TM) yaitu yang berumur antara 7-9 tahun untuk tiap ha/tahun adalah sebagai berikut
- Ammomium Sulfat (SA) 286 kg
- TSP 143 kg
- Kalium Khlorida 357 kg
- Kieserite 143 kg
- Garam borium 7,2 kg
Pemberian pupuk dilakukan 2 kali setahun, yaitu pemupukan pada awal musim hujan (september- oktober), sedangkan pemupukan kedua pada akhir musim hujan (Maret – April).
Pemberian pupuk dilakukan 2 kali satu tahun, yakni pemupukan pada awal musim hujan( september- oktober), sedangkan pemupukan kedua pada akhir musim hujan( Maret– April)
Pemupukan dilakukan dengan metode menyebarkan pupuk dengan cara menyeluruh dalam piringan. Daerah tebaran pupuk pada TBM mulai pada jarak 20 centimeter dari pokok hingga batas piringan. Sementara itu pada TM, jarak pemupukan semakin jauh dari pokok pohon. Disamping itu, terdapat cara pemupukan lain yaitu dengan membuat parit disekeliling tanaman, kemudian pupuk sawit tersebut disebarkan dalam parit setelah itu ditimbun tanah. Jarak parit ke tanaman pokok semakin jauh cocok dengan umur tanaman.